Apa itu Jurnalisme Investigasi?
- Mengungkap sesuatu yang bersifat rahasia, korupsi, kolutif, kebobrokan sistem, penyalahgunaan kekuasaan, atau juga penggelapan hak-hak publik.
- Pengerjaannya memerlukan waktu relatif panjang dan bukti-bukti yang kuat.
- Pencarian data, penggalian bahan, menembus rintangan, dan penelusuran bahan-bahan menjadi titik utama keberhasilan.
- Menjadi patokan untuk mencari kebenaran, ketika terjadi kekacauan informasi di masyarakat.
Tahap-tahap Investigasi
- MASALAH
- PERUMUSAN MASALAH
- HIPOTESIS
- PENGUJIAN LAPANGAN
- PENGORGANISASIAN DATA
- KESIMPULAN
MASALAH
- Petunjuk Awal
- Baca koran/ndengerin radio/nonton TV
- Ngobrol warung kopi
- Diskusi/mempelajari serius suatu objek
- Whistleblower (pembisik)
PERUMUSAN MASALAH
- Wawancara awal: kawan, saudara, lawan bisnis, lawan politik, sopir, etc.
- Riset awal: browsing internet, laporan tahunan, laporan keuangan, etc.
- Wawancara ahli
- Uji lapangan (tahap awal): ngecek harga, ngecek jumlah rumah, etc.
- Merumuskan latar belakang masalah
HIPOTESIS
- Menyusun Dugaan/kesimpulan awal
- Menetapkan daftar “tersangka” alias potensi pelaku
- Merumuskan bahan/data yang menunjang kesimpulan awal
- Merumuskan bahan/data yang masih diperlukan untuk menunjang kesimpulan awal
PENGUJIAN LAPANGAN
- Pembuktian seluruh data/bahan di lapangan
- Penelusuran narasumber:
-
Jalur formal (kirim surat wawancara, menunggu di ruang
kerjanya, etc)
-
Jalur informal (telepon, email, fax, titip pertanyaan
kpd kawan, keluarga, etc)
-
Jalur alternatif (reportase/pengakuan/kesaksian, under
cover, etc)
- Penelusuran dokumen: sumber primer, sekunder, situs-situs penting, situs resmi negara lain, etc.
- Wawancara ahli
PENGORGANISASIAN DATA
- Kodifikasi bahan/data: pelaku, modus, kronologi, total kerugian negara, dukungan bukti, etc.
- Cek bahan yang kurang.
- Cek sumber yang belum diwawancara.
- Cermati apa, siapa, mengapa, kapan, dimana, dan bagaimana kasus terjadi.
- Jika diperlukan, perlu wawancara sumber dan penelusuran data lagi, termasuk wawancara ahli.
KESIMPULAN
- Penulisan
- Cek dan ricek pasca penulisan: pencemaran nama baik, kode etik, foto, gambar, skema/bagan, etc.
- Meng-up date informasi, siapa tahu ada perkembangan menarik dan cepat ketika tulisan sudah jadi.
PENULISAN
- Menggambarkan secara utuh masalah yang sedang diinvestigasi.
- Mampu menarik benang merah masalah, memaparkannya dengan lincah, enak, kritis, dan (kalau bisa) jenaka, serta ada jalan keluar atas masalah tersebut.
- Terkadang, penulis dihadapkan pada masalah menumpuknya bahan, sehingga konsentrasinya agak terganggu. Tulisan tidak fokus dan tumpang tindih dengan materi dari judul lainnya.
- Solusinya: jangan takut memilah dan menepis bahan yang tidak dibutuhkan.
TANTANGAN/HAMBATAN
- Skill/kemampuan jurnalis
- Tidak ada Open Document System (semua dianggap rahasia negara)
- Kesadaran dan Empowering Hukum Pers kurang (UU Pers: siapapun yang menghalangi tugas jurnalis dalam memperoleh informasi, bisa dikenai hukuman; pasal 4 (3) Untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi)
- Banyak celah dalam produk hukum/UU
- Infrastruktur informasi yang minim
MENGANTISIPASI TINDAKAN HUKUM
BAGI JURNALIS
- Bahan/data akurat, valid, memadai, dan sudah diverifikasi
- Seluruh sumber telah diwawancarai
- ‘Tersangka’ mesti mendapat proporsi halaman/tempat untuk menjawab
- Jangan main opini, tidak bias, berusaha obyektif
Labels:
Tips dan Trik
Thanks for reading Dasar-dasar Jurnalistik Investigasi. Please share...!

0 Comment for "Dasar-dasar Jurnalistik Investigasi"
Silakan anda berkomentar secara bijak dan sesuai dengan topik bahasan...terimakasih
salam hangat...