Berisi informasi umum, tips dan trik, kesehatan, ilmu pengetahuan dan teknologi, life style, hukum, sosial budaya dan hiburan.

Dasar-dasar Jurnalistik Investigasi




Apa itu Jurnalisme Investigasi?
  1. Mengungkap sesuatu yang bersifat rahasia, korupsi, kolutif, kebobrokan sistem, penyalahgunaan kekuasaan, atau juga penggelapan hak-hak publik.
  2. Pengerjaannya memerlukan waktu relatif panjang dan bukti-bukti yang kuat.
  3. Pencarian data, penggalian bahan, menembus rintangan, dan penelusuran bahan-bahan menjadi titik utama keberhasilan.
  4. Menjadi patokan untuk mencari kebenaran, ketika terjadi kekacauan informasi di masyarakat. 
Tahap-tahap Investigasi
  1. MASALAH
  2. PERUMUSAN MASALAH
  3. HIPOTESIS
  4. PENGUJIAN LAPANGAN
  5. PENGORGANISASIAN DATA
  6. KESIMPULAN
MASALAH
  1. Petunjuk Awal
  2. Baca koran/ndengerin radio/nonton TV
  3. Ngobrol warung kopi
  4. Diskusi/mempelajari serius suatu objek
  5. Whistleblower (pembisik)
PERUMUSAN MASALAH
  1. Wawancara awal: kawan, saudara, lawan bisnis, lawan politik, sopir, etc.
  2. Riset awal: browsing internet, laporan tahunan, laporan keuangan, etc.
  3. Wawancara ahli
  4. Uji lapangan (tahap awal): ngecek harga, ngecek jumlah rumah, etc.
  5. Merumuskan latar belakang masalah
HIPOTESIS
  1. Menyusun Dugaan/kesimpulan awal
  2. Menetapkan daftar “tersangka” alias potensi pelaku
  3. Merumuskan bahan/data yang menunjang kesimpulan awal
  4. Merumuskan bahan/data yang masih diperlukan untuk menunjang kesimpulan awal
PENGUJIAN LAPANGAN
  1. Pembuktian seluruh data/bahan di lapangan
  2. Penelusuran narasumber:
-          Jalur formal (kirim surat wawancara, menunggu di ruang kerjanya, etc)
-          Jalur informal (telepon, email, fax, titip pertanyaan kpd kawan, keluarga, etc)
-          Jalur alternatif (reportase/pengakuan/kesaksian, under cover, etc)
  1. Penelusuran dokumen: sumber primer, sekunder, situs-situs penting, situs resmi  negara lain, etc.
  2. Wawancara ahli

PENGORGANISASIAN DATA
  1. Kodifikasi bahan/data: pelaku, modus, kronologi, total kerugian negara, dukungan bukti, etc.
  2. Cek bahan yang kurang.
  3. Cek sumber yang belum diwawancara.
  4. Cermati apa, siapa, mengapa, kapan, dimana, dan bagaimana kasus terjadi.
  5. Jika diperlukan, perlu wawancara sumber dan penelusuran data lagi, termasuk wawancara ahli.
KESIMPULAN
  1. Penulisan
  2. Cek dan ricek pasca penulisan: pencemaran nama baik, kode etik, foto, gambar, skema/bagan, etc.
  3. Meng-up date informasi, siapa tahu ada perkembangan menarik dan cepat ketika tulisan sudah jadi.
PENULISAN
  1. Menggambarkan secara utuh masalah yang sedang diinvestigasi.
  2. Mampu menarik benang merah masalah, memaparkannya dengan lincah, enak, kritis, dan (kalau bisa) jenaka, serta ada jalan keluar atas masalah tersebut.
  3. Terkadang, penulis dihadapkan pada masalah menumpuknya bahan, sehingga konsentrasinya agak terganggu. Tulisan tidak fokus dan tumpang tindih dengan materi dari judul lainnya.
  4. Solusinya: jangan takut memilah dan menepis bahan yang tidak dibutuhkan.
TANTANGAN/HAMBATAN
  1. Skill/kemampuan jurnalis
  2. Tidak ada Open Document System (semua dianggap rahasia negara)
  3. Kesadaran dan Empowering Hukum Pers kurang (UU Pers: siapapun yang menghalangi tugas jurnalis dalam memperoleh informasi, bisa dikenai hukuman; pasal 4 (3) Untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi)
  4. Banyak celah dalam produk hukum/UU
  5. Infrastruktur informasi yang minim

MENGANTISIPASI TINDAKAN HUKUM BAGI JURNALIS
  1. Bahan/data akurat, valid, memadai, dan sudah diverifikasi
  2. Seluruh sumber telah diwawancarai
  3. ‘Tersangka’ mesti mendapat proporsi halaman/tempat untuk menjawab
  4. Jangan main opini, tidak bias, berusaha obyektif



Labels: Tips dan Trik

Thanks for reading Dasar-dasar Jurnalistik Investigasi. Please share...!

0 Comment for "Dasar-dasar Jurnalistik Investigasi"

Silakan anda berkomentar secara bijak dan sesuai dengan topik bahasan...terimakasih
salam hangat...

Back To Top